Postingan

PELATIHAN JURNALIS PENYULUH NON PNS PURBALINGGA

Gambar
Dalam rangka meningkatkan kemampuan kinerja penyuluh Non PNS di kabupaten Purbalingga,pada hari Selasa tanggal 15 Juni 2021 diselenggarakan Pelatihan Jurnalistik,yang dimotori oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kementrian Agama kab. Purbalingga. Pelatihan Jurnalistik Penyuluh Agama Islam, Pada Selasa (15-06-21) Dalam sambutanya Ka Kemenag Purbalingga Bp. H.Karsono menyampaikan, penyuluh sebagai ujung tombak kementrian Agama harus bisa membaca situasi dan harus mampu menjawab pertanyaan pertanyaan masyarakat soal kebijakan kebijakan pemerintah. Oleh karenanya dalam pelatihan kali ini diharapkan nantinya penyuluh Non PNS bisa menggali informasi baik di instansi Kemenag ataupun di luar Kemenag untuk dijadikan berita,yang informatif. Pelatihan kali ini bertempat di Wisma Asri (Tien Catering) Jln.Ketuhu No. 3 Purbalingga dengan menghadirkan Amir M. Sinangga, nara sumber dari wartawan senior harian Suara Merdeka. Dalam pemaparan makalahnya Amir menyampaikan,ukuran berita itu ada dua,yaitu _pent...

NIAT PUASA ANTARA ROMADHONI APA ROMADHONA

Gambar
NIAT PUASA ANTARA ROMADHONI ATAU ROMADHONA  ?? Kata ROMADLON termasuk Isim Ghairu Munshorif (karena isim alam dan tambahan alif dan nun), yang apabila dalan kondisi i'rob Jer maka alamatnya menggunakan FATHAH menjadi (ROMADLONA), namun apabila isim tersebut  disandarkan kepada lafadz setelahnya (diidlofahkan) atau kemasukan Alif-Lam (AL) maka tanda i'rob Jernya menggunakan KASROH menjadi ROMADHONI (NI) bukan (NA).  Imam Ibnu Malik di dalam bait alfiyahnya berkata وَجُرَّ بِالْفَتْحَةِ مَا لاَ يَنْصَرِفْ * مَا لَمْ يُضَفْ أَوْ يَكُ بَعْدَ أَلْ رَدِف Dan dijerkan dengan FATHAH terhadap isim yang tidak menerima tanwin (Isin Ghairu Munshorif), selama tidak dimudhofkan atau berada setelah AL yang mengiringinya. Jadi redaksi niat puasa Romadlon yang benar adalah sebagai berikut :  نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فرضا لِلّه تَعَالَى NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADAA-I FARDHI SYAHRI ROMADHOONI HADHIHIS-SANATI LILLAAHI TA’ALA. Yang kala...

KEISTIMEWAAN SYA'BAN

Gambar
Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT, dan berbagai peristiwa lainnya.  Menilisik dari segi linguistik, Al-Imam ‘Abdurraḥmān As-Shafury dalam literatur kitab momumentalnya Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ’is mengatakan bahwa kata Sya’bān (شَعْبَانَ) merupakan singkatan dari huruf shīn yang berarti kemuliaan (الشَّرَفُ).  Huruf ‘ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi yang terhormat (العُلُوُّ). Huruf ba’ yang berarti kebaikan (البِرُّ). Huruf alif yang berarti kasih sayang (الأُلْفَة). Huruf nun yang berarti cahaya (النُّوْرُ).  Bila ditinjau dari segi amaliyah, termaktub beberapa hal yang lazim dilaksanakan pada malam Nisfu Sya’bān, yaitu membaca Surat Y...
Gambar